Lewati ke konten
PengumumanSelamat datang di Osteup! Berbagi alat dan panduan optimasi secara gratis.
Osteup LogoOsteup

Cara Mengaktifkan & Mengunci Layar 90Hz/120Hz di HP Android Tanpa Root

oosteup
··3 mnt baca·0 dilihat
Android
Kích Hoạt Khóa Tần Số Quét 90Hz và 120Hz Cho Android

Layar dengan refresh rate tinggi (90Hz atau 120Hz) kini telah menjadi spesifikasi umum pada sebagian besar smartphone Android. Sayangnya, banyak antarmuka pabrikan (seperti Xiaomi HyperOS/MIUI, Samsung OneUI, Realme UI, dan ColorOS) secara agresif menurunkan refresh rate layar ke 60Hz saat kamu membuka aplikasi harian seperti YouTube, TikTok, Facebook, Google Maps, atau saat masuk ke dalam game demi menghemat baterai. Peralihan mendadak dari 120Hz ke 60Hz ini menimbulkan sensasi patah-patah yang cukup mengganggu. Panduan ini mengulas cara mengunci layar di 90Hz atau 120Hz secara permanen pada semua aplikasi tanpa memerlukan akses Root.

Ringkasan Inti & Ketentuan Perangkat Keras (Key Takeaways)
  • Syarat Mutlak Perangkat Keras: Layar ponsel kamu wajib mendukung refresh rate fisik 90Hz atau 120Hz (tidak ada aplikasi apa pun yang bisa menyulap layar 60Hz bawaan menjadi 120Hz).
  • Dua Metode Tanpa Root: Menggunakan aplikasi SetEdit secara langsung (untuk Android 11 ke bawah) atau lewat perintah Wireless Debugging ADB (untuk Android 11, 12, 13, dan Android 14+).
  • Konsumsi Baterai: Mengunci layar di 120Hz secara terus-menerus akan memakan daya baterai sekitar 10% hingga 15% lebih cepat dibanding mode adaptif dinamis bawaan pabrik.
  • Kondisi Setelah Restart: Beberapa tipe ponsel akan mengembalikan pengaturan ke setelan pabrik setelah reboot; kamu cukup menjalankan ulang perintah atau mengaturnya lewat otomatisasi.

1. Perbandingan Pengalaman Layar: 60Hz vs. 90Hz vs. 120Hz

Refresh rate menunjukkan seberapa sering layar memperbarui gambar dalam satu detik. Perbedaannya terlihat nyata dalam kecepatan respons visual:

Tingkat Refresh Rate Waktu Render Tiap Frame Pengalaman Visual Beban Pemakaian Baterai
60Hz (Standar) 16,6 ms per frame Cukup untuk kebutuhan dasar; efek blur terlihat saat menggulir cepat. Paling hemat baterai
90Hz (Mulus Seimbang) 11,1 ms per frame 50% lebih responsif; animasi terasa jauh lebih lincah dan gesit. Konsumsi daya bertambah ~5% - 8%
120Hz (Sangat Halus) 8,3 ms per frame Animasi super mulus; meminimalkan latensi sentuhan secara maksimal. Konsumsi daya bertambah ~10% - 15%

2. Unduh Aplikasi SetEdit & Alat Pendukung

Kamu dapat mengunduh aplikasi pengubah basis data sistem SetEdit resmi melalui tautan terverifikasi berikut:

Unduh Aplikasi SetEdit (Settings Database Editor)

Alat modifikasi basis data sistem Android untuk mengunci refresh rate tinggi

Versi Rilis Resmi SetEdit
Ukuran File Sekitar 1,8 MB (Sangat Ringan)
Tingkat Akses Tanpa Root (Mendukung ADB)
Kompatibilitas Android 7.0 hingga Android 14+
Peringatan Penting: Hanya ubah parameter yang tercantum di panduan ini; hindari mengubah kunci yang tidak dikenal

3. Cara 1: Mengatur Lewat SetEdit (Android 11 ke Bawah)

Metode ini berlaku untuk perangkat Android generasi lama yang masih mengizinkan penulisan pada tabel System Table secara langsung:

  1. Buka aplikasi SetEdit di smartphone kamu.
  2. Pastikan tabel di sudut kanan atas menunjukkan pilihan System Table.
  3. Tekan opsi + Add new setting di baris paling atas.
  4. Masukkan ketiga parameter berikut secara bergantian sesuai refresh rate yang kamu inginkan (misalnya 120 atau 90):
bash
peak_refresh_rate -> 120 (atau 90)user_refresh_rate -> 120 (atau 90)min_refresh_rate -> 120 (atau 90)

Tips khusus pengguna Realme / OPPO: Di beberapa versi ColorOS dan Realme UI, kamu bisa mengisi nilai peak_refresh_rate dengan angka 1 agar sistem otomatis memaksa layar bekerja pada refresh rate tertinggi di semua aplikasi.

4. Cara 2: Perintah ADB Nirkabel (Android 11 hingga Android 14+)

Pada Android modern, Google memperketat izin sehingga SetEdit tidak bisa menulis ke tabel sistem secara leluasa. Kamu bisa memanfaatkan fitur Wireless Debugging (Proses Debug Nirkabel) lewat aplikasi seperti LADB, Brevent, atau Shizuku:

  1. Masuk ke Pengaturan ponsel > Opsi Pengembang (Developer Options) > aktifkan Proses Debug Nirkabel (Wireless Debugging).
  2. Gunakan fitur split-screen: buka menu pairing Wireless Debugging di satu sisi, dan aplikasi terminal ADB (misalnya LADB) di sisi lain untuk memasukkan 6 digit kode pairing dan nomor port.
  3. Setelah status terhubung, jalankan deretan perintah berikut di terminal:
bash
settings put system peak_refresh_rate 120.0settings put system user_refresh_rate 120.0settings put system min_refresh_rate 120.0

Bagi pengguna HP Xiaomi atau Redmi dengan sistem HyperOS atau MIUI, cukup jalankan satu baris perintah berikut:

bash
settings put system user_refresh_rate 120

5. Ilustrasi Performa Visual & Alat Bantu

Skema Perbandingan Refresh Rate Alat Konversi Perintah ADB
Perbandingan kehalusan animasi antara 60Hz 90Hz dan 120Hz Alat pengubah kode SetEdit ke perintah ADB nirkabel

6. Cara Mengembalikan Setelan Asli & Solusi Kendala

  • Mengembalikan Setelan Bawaan: Buka Pengaturan > Tampilan > Refresh Rate Layar lalu pilih kembali opsi Otomatis / Adaptif atau 60Hz. Nilai tabel sistem akan otomatis kembali ke pengaturan awal pabrikan.
  • Solusi Jika Pengaturan Terhapus Setelah Reboot: Ini adalah proteksi bawaan dari beberapa jenis ROM. Kamu bisa menggunakan aplikasi otomatisasi seperti MacroDroid untuk mengeksekusi perintah ADB nirkabel tersebut secara otomatis setiap kali perangkat baru dinyalakan.
Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait

Komentar(2)

Ẩn danh
Ẩn danh30/8/2026

rất tốt

Thư
Thư28/5/2024

Mặc Dù Vẫn Làm theo từng bước và đã làm đc nhưng ko có sự thay đổi nào trong cái điện thoại của tôi cả , vẫn 60hz và không lên được 120hz …